
PALEMBANG – Matahari Senin, 14 Juli 2026, seolah menjadi saksi bisu dimulainya lembaran baru bagi 530 peserta didik baru di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Gedung B sekolah mendadak riuh dengan semangat yang membuncah dalam gelaran Pra-Fortasi (Forum Taaruf Siswa) yang bertajuk “Gembira Berkarya”. Mengusung narasi “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”, kegiatan ini menjadi jembatan awal bagi siswa untuk mengenal lebih dalam identitas sekolah mereka.
Bagi banyak siswa baru, malam sebelum hari ini mungkin terasa sangat panjang. Cerita-cerita tentang rasa penasaran, sulit memejamkan mata, hingga perasaan “dag-dig-dug” menanti pagi adalah bukti betapa berartinya momen masuk SMA. Ada rasa haru yang tidak terbendung saat kaki melangkah masuk ke gerbang sekolah. Bagi mereka, SMA Muhammadiyah 1 Palembang bukan sekadar gedung sekolah, melainkan tempat di mana impian masa depan mulai dirajut. Kebanggaan terlihat jelas saat mereka mengenakan seragam kebanggaan, menjadi bagian dari keluarga besar sekolah yang prestisius ini.
Apel pagi dibuka dengan elegan oleh trio MC berbakat: Najwa Liandra, Rafa Abieza, dan Raeesa Nuria Azhara. Dengan pembawaan yang tenang namun lugas, mereka menyapa peserta didik baru dalam tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Penampilan ini bukan sekadar tugas MC, melainkan cerminan dari standar pendidikan di sekolah yang menitikberatkan pada pengembangan potensi literasi dan kemampuan komunikasi global siswa.
Suasana semakin memuncak saat instrumen lagu kebangsaan Indonesia Raya mengalun. Seluruh siswa berdiri tegak dengan penuh khidmat. Tak berhenti di situ, energi kembali meledak saat lagu Sang Surya dan Mars IPM dinyanyikan dengan gegap gempita. Suara yang padu dan penuh semangat dari ratusan siswa ini menjadi simbol persatuan dan kesiapan mereka untuk berproses dalam organisasi dan pendidikan di sekolah.
“Gembira Berkarya”: Filosofi Pelajar Kreatif
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana dari IPM, Muhammad Ibnu Abdilah, memberikan perspektif baru bagi adik-adik kelasnya. “Tema ‘Gembira Berkarya’ bukan sekadar slogan. Kami ingin memecah stigma bahwa sekolah adalah tempat yang membosankan. Kami percaya bahwa ketika hati merasa gembira, ide-ide kreatif akan muncul dengan sendirinya. Kami mengajak kalian untuk menjadikan SMA Muhammadiyah 1 Palembang sebagai laboratorium bakat, di mana setiap karya—baik itu tulisan, teknologi, seni, hingga aksi sosial—dihargai dengan luar biasa,” ungkapnya dengan antusias.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palembang, Muhammad Bustomi, M.Pd.I, mengawali sambutannya dengan mengajak siswa untuk merenung sejenak tentang keberuntungan mereka. Beliau memaparkan fakta bahwa dari 975 pendaftar, hanya 530 yang akhirnya berhasil menembus seleksi.
“Kalian berdiri di sini adalah hasil dari perjuangan. Maka, syukuri kesempatan ini dengan meluruskan niat. Jadikan masa SMA ini sebagai fase transisi menuju kedewasaan. Fokuslah pada perubahan sikap ke arah positif, karena kecerdasan tanpa adab hanyalah angka, namun karakter yang kuat akan membawa kalian terbang tinggi meraih prestasi,” tutur Kepala Sekolah dengan penuh penekanan.
Dalam momen yang cukup emosional, beliau sempat berinteraksi langsung dengan para siswa, menanyakan siapa di antara mereka yang memiliki hafalan Al-Qur’an di atas 10 juz. Di tengah suasana hening yang penuh rasa hormat, dua tangan terangkat: Muhammad Rizki Efendi (15 juz) dan Zahwa Rizqi Aisyahrani (16 juz). Keberanian dan pencapaian mereka menjadi “sinyal” bagi siswa lain bahwa di sekolah ini, prestasi akademik dan spiritualitas adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pra-Fortasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh peserta didik. Sekolah bukan lagi sekadar rutinitas datang dan pulang, melainkan rumah kedua yang aman dan nyaman untuk berekspresi.
Harapannya, melalui tema “Gembira Berkarya”, SMA Muhammadiyah 1 Palembang dapat terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kedalaman iman dan kepedulian sosial yang tinggi. Selamat datang di rumah perubahan, selamat berproses menjadi generasi emas yang membanggakan!


