
Palembang – Memasuki sesi lanjutan Pendidikan Khusus (DIKSUS) Guru Tahun 2026, SMA Muhammadiyah 1 Palembang kembali menghadirkan narasumber inspiratif yang memberikan penguatan karakter, motivasi, serta profesionalisme bagi seluruh peserta. Bertempat di Maxone Hotel Palembang, Kamis (2/7/2026), rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusias sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sesi kedua yang berlangsung pukul 13.30–15.30 WIB menghadirkan Ali Musyafa, S.Ag., M.M., anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan materi bertajuk “One Team One Dream: Motivasi Berkinerja Tinggi dan Memperkuat Kolaborasi Guru.” Kegiatan dipandu oleh moderator Sri Maryati, S.Pd.
Dalam suasana yang penuh semangat, Ali Musyafa mengajak seluruh guru untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan, terutama atas perkembangan pesat SMA Muhammadiyah 1 Palembang yang saat ini telah dipercaya oleh ribuan peserta didik. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan anugerah yang patut dijaga dengan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Beliau mengingatkan bahwa masih banyak sekolah di berbagai daerah yang hingga kini masih berjuang memperoleh peserta didik baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Oleh karena itu, seluruh guru SMA Muhammadiyah 1 Palembang diharapkan tidak terlena dengan kondisi yang telah dicapai, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik.
“Jangan pernah berhenti bersyukur. Banyak sekolah yang masih berjuang mendapatkan peserta didik, sementara SMA Muhammadiyah 1 Palembang telah memperoleh kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat. Kepercayaan ini harus dijaga melalui pelayanan, kualitas, dan kerja sama seluruh guru,” pesannya.
Dalam pemaparannya, Ali Musyafa juga membagikan kisah inspiratif saat merintis SMP Ahmad Dahlan Metro, Lampung. Beliau menceritakan bagaimana sekolah tersebut memulai perjalanan dengan hanya 44 peserta didik dan 15 orang guru, bahkan pada masa awal operasional, gaji guru dan karyawan masih bergantung pada bantuan para donatur.
Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang, kerja keras, kebersamaan, dan kesabaran seluruh tim. Kisah tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi peserta DIKSUS untuk terus menjaga rasa syukur serta memiliki semangat membangun sekolah secara bersama-sama.
Menurut Ali Musyafa, guru SMA Muhammadiyah 1 Palembang harus memiliki konsep 4C, yaitu Character, Competence, Capacity, dan Capital. Character mencerminkan akhlak, integritas, dan keteladanan seorang pendidik. Competence menunjukkan kemampuan profesional dan penguasaan bidang ilmu. Capacity menggambarkan kemampuan guru untuk terus berkembang, beradaptasi, dan menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Sementara Capital dimaknai sebagai modal sosial, spiritual, intelektual, serta jejaring yang harus terus dibangun demi mendukung kemajuan sekolah.
Beliau menegaskan bahwa ketika seluruh guru memiliki empat karakter tersebut, maka kolaborasi yang kuat akan terbangun sehingga visi besar SMA Muhammadiyah 1 Palembang sebagai sekolah unggulan dan sekolah model akan semakin mudah diwujudkan.
Usai sesi motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Muhammad Bustomi, M.Pd.I., Kepala SMA Muhammadiyah 1 Palembang, mengangkat tema “Profesionalisme Guru Muhammadiyah: Peraturan Akademik, Disiplin Kerja, dan Kode Etik Pendidik.”
Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tahun 2026, SMA Muhammadiyah 1 Palembang berkomitmen melakukan pengembangan berbagai fasilitas pendidikan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada peserta didik. Namun demikian, pembangunan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas.
“Kemegahan fasilitas tidak akan berarti apabila tidak didukung oleh guru yang profesional, disiplin, dan memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya sebagai pendidik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas yang berjalan seiring dengan pembangunan sekolah,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah menjelaskan berbagai regulasi akademik yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas guru, mulai dari kewajiban administrasi pembelajaran, ketepatan waktu, tanggung jawab terhadap proses belajar mengajar, etika dalam berkomunikasi, hingga komitmen menjaga nama baik persyarikatan Muhammadiyah dan institusi sekolah.
Beliau juga menguraikan Matriks Eskalasi Pelanggaran Disiplin Pasal 28, yang mengklasifikasikan bentuk pelanggaran ke dalam kategori ringan, sedang, dan berat sebagai pedoman dalam pembinaan guru dan karyawan. Penjelasan tersebut diberikan agar seluruh tenaga pendidik memahami batasan perilaku profesional, menjaga etika dalam bekerja, serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, tertib, dan penuh tanggung jawab.
Selain aspek kedisiplinan, beliau mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai empat pilar utama profesi guru. Menurutnya, guru Muhammadiyah bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus agen perubahan yang mampu membangun karakter generasi Islami yang unggul.
Beliau berharap seluruh peserta DIKSUS dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat loyalitas terhadap sekolah, serta membangun budaya kerja yang lebih produktif, inovatif, dan kolaboratif.
Melalui materi yang saling melengkapi antara penguatan motivasi, kolaborasi, serta profesionalisme, rangkaian DIKSUS Guru 2026 diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi tinggi, tetapi juga semangat melayani, karakter yang kuat, serta komitmen untuk terus bertumbuh bersama kemajuan SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Dengan sinergi seluruh warga sekolah, cita-cita menjadikan SMA Muhammadiyah 1 Palembang sebagai sekolah Muhammadiyah unggulan bertaraf nasional hingga internasional diyakini akan semakin mudah diwujudkan.



