
Palembang – Memasuki hari kedua pelaksanaan Pendidikan Khusus (DIKSUS) Guru Tahun 2026, SMA Muhammadiyah 1 Palembang kembali menghadirkan narasumber inspiratif yang memberikan penguatan wawasan ideologis dan arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah kepada seluruh peserta. Bertempat di Maxone Hotel Palembang, Jumat (3/7/2026), sesi keenam berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB dengan menghadirkan Dr. H. Gunawan Ismail, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, yang membawakan materi bertema “Arah Kebijakan Pendidikan Muhammadiyah Menuju Sekolah Berkemajuan.” Kegiatan dipandu oleh moderator M. Basit Assiri, S.Pd.I.
Sejak awal penyampaian materi, suasana kelas terasa hidup dan penuh antusias. Dengan gaya penyampaian yang telah menjadi ciri khas beliau, yaitu santai namun tetap berbobot, Dr. Gunawan Ismail mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa mengurangi kedalaman substansi materi. Sesekali diselingi humor dan pengalaman nyata di lapangan, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengikuti materi dengan penuh perhatian sehingga suasana tetap cair namun sarat makna.
Mengawali pemaparannya, beliau menyajikan berbagai data empiris mengenai perkembangan Muhammadiyah, khususnya jumlah amal usaha pendidikan Muhammadiyah baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Sumatera Selatan. Data tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban melalui dunia pendidikan. Namun demikian, besarnya jumlah sekolah bukanlah tujuan akhir, melainkan harus diikuti dengan peningkatan mutu, tata kelola, inovasi, serta kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era global.
Lebih lanjut, Dr. Gunawan menjelaskan bahwa terdapat tiga pesan besar yang diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang hingga kini tetap menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah.
Pertama, integrasi ilmu, yaitu menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga keduanya saling melengkapi dalam membentuk manusia yang utuh. Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak mulia.
Kedua, pesan abadi Ahmad Dahlan, yaitu semangat untuk terus melakukan pembaruan, berpikir maju, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ketiga, pendidikan sebagai dakwah, yang menegaskan bahwa setiap aktivitas pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. Oleh karena itu, guru Muhammadiyah bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendidik, pembimbing, sekaligus da’i yang menghadirkan keteladanan melalui ilmu, sikap, dan tindakan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kembali tentang visi Muhammadiyah, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Visi tersebut menjadi arah perjuangan seluruh amal usaha Muhammadiyah, termasuk lembaga pendidikan, dalam membentuk masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi kehidupan bangsa dan kemanusiaan.
Selain itu, peserta diajak memahami Visi Pengembangan Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Tahun 2022–2027, yakni “Terwujudnya transformasi pendidikan dasar dan pendidikan nonformal berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai karakter utama yang holistik dan integratif serta menghasilkan lulusan berkemajuan dengan etos pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjawab kebutuhan zaman melalui tata kelola pendidikan unggul, berdaya saing global, dan inklusif.”
Menurut Dr. Gunawan, visi tersebut menjadi pedoman seluruh sekolah Muhammadiyah dalam melakukan transformasi pendidikan agar tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki karakter Islami yang kuat, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Beliau menegaskan bahwa kemajuan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau banyaknya peserta didik, tetapi oleh kualitas guru yang terus belajar, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki komitmen menjadikan pendidikan sebagai media dakwah dan pemberdayaan umat.
Di akhir penyampaiannya, Dr. Gunawan Ismail menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan Muhammadiyah adalah membentuk manusia pembelajar yang bertakwa, yaitu pribadi yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan, memiliki kecakapan dalam menguasai sains dan teknologi, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman. Pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kesadaran spiritual, moralitas yang luhur, kepribadian yang tangguh, serta menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.
Melalui materi ini, peserta DIKSUS Guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah, tetapi juga semakin memperkuat kesadaran bahwa setiap guru memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di sekolah. Dengan semangat transformasi, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat, SMA Muhammadiyah 1 Palembang terus berkomitmen melahirkan pendidik yang profesional, berkarakter, dan berkemajuan, sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk membangun peradaban melalui pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.




