
Oleh: Catalya
Halo, Smamsa People!
Sorak tepuk tangan, sorot lampu panggung, dan wajah-wajah penuh harap menjadi saksi momen istimewa bagi keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Ajang Ikatan Duta Sekolah (IDS) Tahun 2026 bukan sekadar malam penobatan, melainkan perayaan proses, keberanian, dan mimpi-mimpi besar para siswa yang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Duta Sekolah hadir bukan hanya sebagai simbol penampilan, tetapi sebagai representasi karakter, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab. Di balik gemerlap panggung, tersimpan latihan panjang, rasa gugup, air mata, doa, serta dukungan dari banyak pihak. Tahun ini, beberapa siswa terpilih berhasil membuktikan bahwa proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan jalannya menuju prestasi.
Di antara gemuruh tepuk tangan malam itu, nama Pangeran Gema Ramadhan dari kelas XI.1 dipanggil sebagai Wakil 2 Duta Sekolah Tahun 2026. Raut wajahnya memancarkan rasa haru dan syukur. Baginya, momen tersebut bukan datang secara instan. Ada latihan yang melelahkan, persiapan yang matang, serta dukungan keluarga, teman, dan pembina yang terus menguatkan langkahnya.
Pangeran memaknai gelar ini sebagai amanah besar. Ia berkomitmen untuk menjaga sikap, terus berproses, dan menghadirkan dampak positif melalui keteladanan nyata. Ajang ini juga menjadi titik balik baginya—dari rasa gugup menjadi lebih percaya diri, dari ragu menjadi berani, serta dari individu menjadi pribadi yang mampu bekerja dalam tim dengan lebih matang.
Suasana semakin meriah ketika Calista Putri Ramadhani dari kelas XI.1 dinobatkan sebagai Putri Photogenic Duta Sekolah Tahun 2026. Senyum yang terukir di wajahnya seolah menyimpan cerita panjang tentang keberanian dan keteguhan hati. Setelah meraih gelar Putri Photogenic, Tita bertekad untuk terus mengembangkan diri baik dari segi sikap, penampilan, maupun kepercayaan diri. Menurutnya, berkembang itu membutuhkan proses, dan seseorang tidak boleh berhenti hanya karena merasa “cukup.” Ia berharap gelar ini menjadi motivasi bagi dirinya dan orang lain, serta bisa memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Fun fact : Tita sangat senang mengikuti kegiatan positif dan organisasi!
Tantangan terberat baginya terjadi saat sesi speech di panggung. Meski sudah mempersiapkan materi dengan matang, ia sempat blank saat tampil. Momen itu sempat membuatnya sedih karena banyak ekspektasi dari orang-orang di sekitarnya. Namun, Tita memilih untuk tetap tersenyum, percaya diri, dan melanjutkan penampilannya. Dari pengalaman ini, ia belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, melainkan tetap melangkah meski ada rasa takut. Pesan Tita untuk Sobat Melati yang masih kurang percaya diri :
“Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Setiap orang punya potensi dan keunikan masing-masing. Trust the process, berani mencoba, dan jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan penghalang.”
Di balik keberhasilannya, Tita sangat berterima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukungnya : Mama, Papa, Bapak, Mbah, Aak, Cecek, Kak Sonia, Abang, Mbak Iteng, dan Kak Renal. Ia juga berterima kasih kepada sahabat-sahabatnya : Rasya, Sherly, Intan, Yasmin, Keyla, Kak Zize, Zaki, Aidil, Panji, serta teman-teman Formatur 25–26, teman-teman PR IPM, teman seperjuangan : Pangeran, Arya, dan Sava, serta teman-teman X.OL & XI.1, Ibu Dini dan Ibu Mitta. Tak lupa, terima kasih untuk seluruh supporter SMA Muhammadiyah 1 Palembang yang hadir di malam grand final. Sebagaimana prinsip hidup Tita :
“Everything happens for a reason, and I’ll forever be grateful for everything in my life.”
Tak kalah bermakna, May Arya Duta Kaisar dari kelas XI.2 hadir sebagai Putra Persahabatan Duta Sekolah Tahun 2026. Dengan sikap tenang dan ramah, Arya membawa pesan penting tentang keseimbangan. Ia menekankan bahwa akademik dan organisasi bukan untuk dipertentangkan, melainkan dijalani secara bijak sesuai potensi diri.
Nilai 3S Senyum, Sapa, dan Sopan menjadi prinsip yang ingin ia tanamkan. Arya berharap kehadirannya mampu menciptakan iklim sekolah yang hangat, inklusif, dan penuh empati, sehingga ia dikenang bukan hanya karena gelar, tetapi karena sikap dan kontribusinya.
Euforia malam itu ditutup dengan hadirnya Sava Perlia Sengaji dari kelas X.12 sebagai Putri Persahabatan Duta Sekolah Tahun 2026. Meski masih duduk di kelas X, Sava menunjukkan kedewasaan berpikir dan kepedulian sosial yang luar biasa.
Baginya, menjadi duta adalah proses pendewasaan diri. Ia merasa lebih mandiri, lebih percaya diri, dan semakin sadar bahwa tindakan kecil dapat membawa perubahan besar. Sava bercita-cita menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan saling menghargai, serta menjadi penghubung bagi siswa yang masih berjuang menemukan kepercayaan dirinya.
Malam penuh cahaya itu bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di podium, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi, ketulusan dalam berproses, dan semangat untuk terus bertumbuh. Semoga kisah para Duta Sekolah 2026 ini mampu mengalirkan inspirasi bagi seluruh Smamsa People untuk berani melangkah, belajar dari setiap proses, dan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Aamiin.



